Something legendary from ibu kue balok.

Kue balok yang autentik ditemani dengan teh hangat. Rasa sederhana di pagi hari yang menyenangkan. 

Sudah lama rasanya tidak bersepeda di pagi hari untuk sekedar sarapan, malam itu temanku mengirimkan pesan kalau besok Ia akan gocapan (gowes cari sarapan) ke tempat kue balok, tempat yang dulunya suka aku kunjungi. Karena sudah lama tidak kesana dan waktunya cukup memungkinkan, akhirnya aku ikut gocapan dan menitipkan untuk pesan 1 buah kue saja, karena sering kali saat aku tiba disana kue sudah habis.

Sebelum-sebelumnya aku sengaja datang lebih awal agar tetap bisa mendapatkan kue tersebut dan duduk lebih lama untuk menyeruput teh hangat. Momen duduk tersebut pun menyenangkan karena aku dapat menikmati kudapan pagi, meski beberapa orang yang datang sering kali tidak mendatkan kue karena semua sudah habis terjual. Setelah tau bahwa kue sudah habis, ada yang berlalu begitu saja, tapi juga kadang ada yang memohon apakah ada 2 atau 1 kue saja yang tersisa, Ibu penjualnya tentu saja bilang tidak ada, ya karena memang sudah benar-benar habis terjual, kadang pembeli yang datang bilang sudah datang dari tempat yang jauh, tetap saja tidak kebagian.

Pernah ada satu waktu setelah pada pembeli tersebut berlalu, ada pembeli lain yang membuka percakapan, kenapa ibu tidak membuat adonan lebih banyak lagi, bu? Kan masih banyak yang mau beli dan gak kebagian. Aku menyimak dan merasa takjub dengan jawaban si ibu, jawaban sederhana si ibu pun membuatku terngiang dan menuliskan blog post ini. Ibu penjual kue balok itu berkata yang intinya, “sengaja gak bikin lebih lebih lebih banyak lagi, soalnya segini juga cukup.” Sesimple itu, si ibu merasa cukup. Beliau berdagang sejak subuh hingga jam 7 pagi, waktu yang sangat singkat dan merasa cukup. Terlepas dari setelah jualan ini kegiatan apa lagi yang si ibu lakukan untuk mendapatkan uang, tapi adonan pagi itu sudah cukup.

Dalam banyak hal di dunia ini, kita kadang kita memang perlu diingatkan untuk selalu merasa cukup. Merasa cukup.


0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentarmu disini...

© All Rights Reserved. 2024 . Template by OddThemes